Blog TKJ - SMKN 1 Pacet on Facebook

SMK Negeri 1 Pacet

Teknik Komputer dan Jaringan

SMK Negeri 1 Pacet

Teknik Komputer dan Jaringan

SMK Negeri 1 Pacet

Teknik Komputer dan Jaringan

SMK Negeri 1 Pacet

Teknik Komputer dan Jaringan

Download Recuva 1.40.525 Free

Recuva merupakan software yang digunakan untuk mengembalikan data yang hilang, terhapus, atau data yang rusak akibat kesalahan yang ditimbulkan system operasi yang mengalami crash. Maupun mengembalikan data yang terhapus dari Recycle Bin dapat dikembalikan oleh Recuva.




Features :
Undelete files on your computer
  • Deleted a file by mistake? Recuva brings lost files on your computer, USB drive, camera or iPod.  
Recovery from damaged or formatted disks
  • Even if you've formatted a drive so that it looks blank, Recuva can still find your files on it.  
Recover deleted emails
  • Emptied your email trash and need it back? Recuva's got you covered with full support for Microsoft Outlook Express, Mozilla Thunderbird, or Windows Live Mail.  
Recover deleted iPod music
  • Deleted music from your iPod or MP3 player? No problem, Recuva will get this back for you along with any additional track data.  
Restore unsaved Word documents
  • Did Microsoft Word crash or did you forget to save that important Word document. No problem with Recuva! As it can intelligently rebuild Word documents from their temporary files.  
Quick-Start Wizard
  • If you need your files back right away without fiddling with options, Recuva's Quick-Start Wizard is the answer.  
Deep Scan
  • Recuva can find most files within a minute. Or, set the Deep Scan to look for more deeply-buried results.  
Securely delete files you want to erase forever
  • Want to protect your deleted files? Recuva also allows you to permanently erase any traces of deleted files.  
Portable version
  • Take Recuva with you wherever you go with the portable version.  
Full Windows OS support and many languages
  • Recuva has support for every modern version of Windows and 37+ languages.

Kelebihan, Keurangan Dari Client Server Dan Peer To Peer

A. Jaringan client server
Dalam jaringan ini satu komputer berfungsi sebagai pusat pelayanan (server) dan komputer yang lain berfungsi meminta pelayanan ( client ). Sesuai dengan namanya, client server berarti adanya pembagian kerja pengelolaan data antara client dan server. Saat ini, sebagian besar jaringan menggunakan model client/server.

B. Jaringan Peer to Peer
Dalam jaringan ini tidak ada komputer yang berfungsi khusus, dan semua komputer dapat berfungsi sebagai client dan server dalam satu saat bersamaan. Pengguna masing-masing komputer bertanggung jawab terhadap administrasi resource komputer ( dengan membuat nama user, membuat share, menandai ijin mengakses share tersebut). Tiap-tiap user bertanggung jawab juga mengenal pembackupan data pada komputer. Sayangnya penempatan resource dapat menjadi sulit pada network peer to peer yang mempunyai lebih banyak computer

Kelebihan peer to peer
  • Pelaksanaan tidak terlalu mahal
  • Tidak membutuhkan software server NOS ( Network Operating System )
  • Tidak membutuhkan administrator network yang handal

Kelebihan client server
  • Memberikan keamanan yang lebih baik
  • Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya disentralkan
  • Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral

Kerugian peer to peer
  • Tidak cocok untuk network skala besar, administrasi menjadi tidak terkontrol
  • Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administrative
  • Keamanan kurang
  • Semua mesin yang sharing resource tidak mempengaruhi performa 

Kerugian client server
  • Membutuhkan software NOS yang mahal contoh : NT atau server Windows 2000, XP,Novell, UNIX
  • Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server
  • Membutuhkan administrator yang profesional
  • Mempunyai satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tak ada jika server mati.
Jika anda ingin mendownload artikel diatas sebagai Ms. Word, silahkan anda klik link dibawah ini :
Download Kelebihan, Kekurangan Client-Server dan P2P.docx (Mediafire)

P2P (Peer-to-Peer)

P2P merupakan singkatan dari Peer-to-Peer (bahasa Inggris) atau teknologi dari “ujung” ke “ujung” pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi “berbagi-berkas” (file sharing) seperti Napster dan KaZaA. Pada konteks ini teknologi P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi, mencari dan mengunduh berkas.

Sistem P2P yang sebenarnya adalah suatu sistem yang tidak hanya menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalu lintas komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidth yang intensif, dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server pusat.

Aplikasi P2P yang sebenarnya memerlukan satuan tim-tim kecil dengan ide cemerlang untuk mengembangkan perangkat lunak dan bisnis-bisnis yang mungkin dilakukan oleh perangkat tersebut – dan mungkin saja bisa membuat perusahaan besar yang sudah ada gulung tikar. P2P yang sebenarnya, bila diaplikasikan pada pasar yang sudah matang dan stabil adalah teknologi yang "mengganggu".

Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade 1980-an, ketika jaringan komputer dan tentunya juga komputer telah mulai masuk ke dalam salah satu barang wajib dalam perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Tetapi, arsitektur ini berkembang dalam jaringan yang terlalu kecil untuk memiliki sebuah server yang terdedikasi, sehingga setiap komputer klien pun menyediakan layanan untuk berbagi data untuk melakukan kolaborasi antara pengguna.

Jaringan peer-to-peer pun mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik kunci jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.

Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kira-kira pada akhir dekade 1990-an, di saat banyak pengguna Internet mengunduh banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer dengan menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, pada saat dituntut oleh para pekerja industri musik, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh dunia. Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini: eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski banyak aplikasi peer-to-peer ini digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh banyak perusahaan juga.

Anggapan umum yang salah tentang P2P
Penggunaan istilah P2P digunakan luas dan seringkali disalah gunakan. Perusahaan-perusahaan baik besar maupun kecil saling mengaku menjadi “spesialis” dan perusahaan lainnya mencoba untuk menghasilkan uang dengan mengaku menggunakan teknologi P2P selama perusahaannya menggunakan komunikasi langsung antar pengguna atau antar “ujung”. Dalam hal ini istilah P2P benar-benar disalah gunakan.

Desentralisasi jaringan

Keuntungan
Desentralisasi jaringan P2P memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan jaringan klien-server tradisional. Jaringan P2P menyeimbangkan diri secara terus menerus tanpa menambah waktu pencarian alamat panggilan dan tanpa harus menggunakan suatu sumber-sumber terpusat. Mereka memanfaatkan mesin –mesin perangkat yang digunakan pengguna-akhir (end users) karena sumber-sumber ini selalu berjalan ke arah proporsi tujuan jaringan. Setiap penambahan ujung baru pada jaringan menambah potensi lebih pemrosesan yang lebih kuat dan bandwith yang lebih besar untuk jaringan tersebut. Ditambah lagi, karena sumber-sumbernya terdesentralisasi, generasi kedua (2G) dari jaringan P2P telah berhasil secara virtual mengeliminasi seluruh biaya yang berhubungan dengan infrastruktur terpusat yang besar.

Kesulitan
Pada penerapan teknologi telephony P2P dimana Telephony berbasis internet –VoIP (Voice over IP : suara melalui protokol internet) telah ada selama bertahun-tahun namun tidak pernah menyentuh pasar besar karena: • Kualitas yang buruk dari produk-produk yang jelas-jelas menguntungkan dari segi biaya (jauh lebih hemat) dibandingkan dari penggunaan telepon biasa. • Frekuensi keberhasilan panggilan telpon rendah karena terhalang oleh firewall-firewall dan penggunakan NAT (Network Address Translation) atau pencarian jaringan yang dituju, dimana hal ini menyebabkan 50% komputer-komputer rumah gagal terhubung dengan perangkat lunak VoIP tradisional). • Penggunaan dan pemasangan perangkat lunak ini penuh dijejali oleh berbagai hal dan membutuhkan konfigurasi yang tidak mudah dan sedikit kemampuan teknis. Pemusatan aktivitas dapat menyelesaikan beberapa kesulitan ini dengan mengarahkan panggilan melalui firewall-firewall dan NAT yang ada. Namun, bila ada pemusatan maka biaya untuk menjalankan jaringan menjadi naik mendekati jumlah biaya yang dikenakan jaringan telpon yang sudah ada. Sebagai tambahan, biaya ini bertambah secara proporsional sebanding dengan bertambahnya pengguna. Dampaknya perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan jasa ini biasanya mengalokasikan sumberdaya yang sedikit pada servernya untuk satuan pengguna, dimana hal ini secara serius mengurangi kualitas panggilan.

Jika anda ingin mendownload artikel diatas sebagai Ms. Word, silahkan anda klik link dibawah ini :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...